Selasa, 13 November 2012

Apakah Facebook Membuat Anda Gemuk?

Menghabiskan banyak waktu bermain Facebook akan melemahkan kontrol diri Anda. Tak hanya itu, berat badan serta tagihan kartu kredit juga akan meningkat! 


Setidaknya begitulah yang terungkap dalam penelitian terbaru “Are Close Friends the Enemy? Online Social Networks, Self-Esteem, and Self-Control” yang akan diterbitkan di “Journal of Consumer Research” pada Juni 2013. Penelitian itu menunjukkan hubungan signifikan antara penggunaan Facebook dan kontrol diri individu.

Para pengguna Facebook itu juga memilih kue cokelat
daripada granola. (Talous Sanomat)
Penelitian terus dilakukan untuk menggali dampak positif dan negatif dari media sosial yang kita gunakan terhadap tingkat perhatian, otak, perilaku dan tata krama kita. Sebagai contoh, ilmuwan Inggris menemukan hubungan langsung antara jumlah teman yang dimiliki seseorang di Facebook dan ukuran bagian otak mereka. 

Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan seorang profesor psikologi di California State University, Dominguez Hills, menunjukkan bahwa remaja yang sering menggunakan Facebook menunjukkan kecenderungan lebih narsisistis, sementara orang dewasa yang aktif di Facebook menunjukkan tanda-tanda gangguan psikologis yang lebih banyak, termasuk perilaku antisosial, maniak dan cenderung lebih agresif. Beberapa penelitian juga membuktikan efek dari terlalu sering menggunakan Facebook dengan penghargaan kepada diri sendiri.

Dalam “Journal of Consumer Research”, penulis berpendapat bahwa menggunakan jaringan sosial online seperti Facebook bisa meningkatkan kecintaan kepada diri sendiri, khususnya bagi para pengguna yang berfokus pada teman-teman dekat mereka (bukan teman sekelas masa SMA yang sudah 12 tahun tidak  Anda temui). 

"Ini benar-benar hanya terjadi ketika orang yang terhubung dengan Anda adalah teman-teman dekat — memiliki 'ikatan yang kuat' — karena Anda peduli pada orang-orang ini," menurut salah satu penulis Andrew Stephen, asisten profesor administrasi bisnis di sekolah bisnis University of Pittsburgh. 

Dan ketika orang merasa lebih bahagia, melalui peningkatan kepercayaan diri atau yang lain, mereka melakukan hal yang disebut para akademisi sebagai "lisensi." Artinya, mereka merasa berhasil menyelesaikan sesuatu, sehingga "menghadiahi dirinya dengan sesuatu yang hedonis dan memanjakan diri," kata Stephen. Dengan kata lain, mereka kehilangan sedikit kontrol diri. 

"Kami menemukan hal itu terjadi dalam cakupan konteks pengendalian diri — membuat pilihan makanan sehat vs kurang sehat, dan berapa lama orang bertahan pada tugas berat sebelum menyerah," kata Stephen. 

Stephen dan rekan penulis yang lain melakukan penelitian untuk mengukur kontrol diri orang setelah menggunakan Facebook selama lima menit dibandingkan kelompok yang melihat-lihat situs berita dan hiburan. Dia menemukan bahwa penggunaan Facebook berkorelasi dengan indeks massa tubuh dan tagihan kartu kredit. "Bahkan setelah lima menit penggunaan Facebook, orang menunjukkan kecintaan diri yang meningkat dan penurunan kontrol diri," katanya. 

Misalnya, dalam percobaan pemilihan makanan , para peneliti memberikan subjek pilihan antara makan sebatang granola (camilan sehat) dan kue cokelat (camilan yang kurang sehat). Di lain sisi, peserta diberi teka-teki yang teramat sulit. "Pertanyaannya adalah, berapa lama mereka bertahan sebelum menyerah," kata Stephen. 

Stephen mengatakan, orang-orang dalam kelompok Facebook memiliki kontrol diri yang lemah. Mereka menyerah lebih cepat dalam menyelesaikan teka-teki daripada kelompok yang memilki kontrol diri lebih baik. Para pengguna Facebook itu juga memilih kue cokelat daripada granola.

Setelah melihat  faktor demografi dan sosial ekonomi, ada hubungan serupa antara pengguna fanatik Facebook dengan indeks massa tubuh dan tagihan kartu kredit yang besar, menurut Stephen. (Peserta penelitian itu melaporkan nilai kartu kredit mereka kepada peneliti dan tagihan bulanan mereka, bersama dengan batas kredit.)

Bagaimana jalan keluarnya? "Anda tidak perlu mengurangi penggunaan Facebook untuk mengurangi risiko Anda," kata Stephen. Mengetahui informasi itu sudah membantu. Anda harus mewaspadai pengaruh yang mungkin muncul karena penggunaan Facebook pada kemampuan Anda untuk memilih antara salad buah dan Snickers.

"Berpikirlah, saya akan mengoreksi diri dan berusaha untuk tidak kehilangan kontrol diri itu," kata Stephen.


sumber : http://id.spesial.yahoo.com/news/apakah-facebook-membuat-anda-gemuk-nl-beautifully-different.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar